ilmu filsafat didalam islam

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

ilmu filsafat didalam islam

Post  fachrurr on Fri May 20, 2011 4:05 pm

sebagai mana yangkita ketahui filsafat juga dikenal didunia islam. begitu pulu banyak filsuf-filsuf islam yang sangat dikenal. diantaranya syekh siti jennar, jalaluddin ar-rumy, dan lain2nya. tapi kenapa pernah ada yang memberi tanggapan bahwa filsafat didalam islam itu dilarang dan dibatasi? bagaimana kaitannya dengan ilmu sufistik?

fachrurr
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: ilmu filsafat didalam islam

Post  imas on Sat Jul 09, 2011 10:03 pm

Assalamu'alaikum.
Setau ana kenapa filsafat di 'jauhi' di islam karena bidang itu sering menggunakan akal dan perasaan yang kadang menyimpang dari koridor Al Qur'an dan Sunnah. Contoh Mu'tazila yang mengedepankan akal sampe2 Al Qur'an disebut makhluk oleh mereka. Juga kaum sufi yang mengedepankan perasaan, sampe2 ibadah mereka banyak yang ghuluw/melampaui batas.

Makanya banyak perguruan tinggi yang ketika mahasiswanya belajar ilmu filsafat jadi bingung sendiri, apalagi udah banyak pengaruh2 filsafat dari orang2 yang memusuhi islam. Makanya kalau mau cari perguruan tinggi cari yang sesuai sunnnah, jadi kalau ada mata kuliah filsafatpun bisa disikapi dengan koridor ahlus sunnah.

Wallahu'alam bish showab.

imas
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: ilmu filsafat didalam islam

Post  hajime_saitoh on Mon Jul 11, 2011 9:07 pm

setuju dengan yang diatas saya.. salah satu sumber yag bisa dijadikan rujukan mengapa filsafat dalam islam dilarang..

Hafizhuddin bin Muhammad yang terkenal dengan sebutan al-Kardiry (w.872H) menceritakan sebuah hikayat yang bagus untuk menjelaskan nilai buku-buku ini (filsafat) disisi para shahabat Nabi.
Beliau berkata : “Diceritakan, ketika Amr bin Al-Ash menguasai kota Iskandariyah, disana ada seorang ahli filsafat bernama Yahya, yang digelari Thumathikus -yaitu ahli ilmu nahwu- , dan penduduk Iskandariyah melaknat dirinya. Ia menganut sekte Al-Yaqubiyah dalam masalah trinitas, kemudian ia meninggalkan trinitas. Maka penduduk Mesir yang beragama Nasrani mendebatnya dan menjatuhkan martabatnya di tengah-tengah masyarakat. Takkala Iskandariyah dikuasai Amr, maka ia selalu menyertai Amr dan suatu hari ia berkata kepada Amr: “Engkau telah mengetahui rahasia penduduk negeri ini, dan engkau menyegel seluruh gudang yang ada, dan engkau tidak mau mengambil menfaat darinya, padahal dalam hal ini tidak seorangpun yang menentangmu. Dan apa-apa yang tidak engkau manfaatkan maka lebih baik diserahkan kepada kami saja!.”
Maka Amr berkata :”Apa yang kau butuhkan?”
Yahya berkata :”Buku-buku filsafat yang ada di gudang.”
“Itu tidak mungkin kecuali dengan ijin dari Amirul mukminin,” jawab Amr.
Kemudian Umar menulis (jawaban) kepada Amr: “Adapun buku-buku yang telah kau ceritakan ,jika sesuai dengan Kitabullah, maka Kitabullah sudah mencukupinya, jika tidak sesuai dengan Kitabullah maka tidak diperlukan.(Oleh karena itu) “Lenyapkanlah” buku-buku itu.”

Maka Amr membagikan buku-buku tersebut pada perapian-perapian di Iskandariyah dan memerintahkan untuk membakar buku-buku tersebut, sehingga selesailah pemusnahan buku-buku filsafat dalam jangka 6 bulan.

hajime_saitoh

Jumlah posting: 3
Join date: 11.07.11

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik